aku dan ranting sepi (I)

ranting:


air mata sudah ku bakar
dengan enam warna api
tapi tak pernah mati


mengapa dia harus abadi?


elaina:


karena saat membakar
engkau lupa mengunci
hati


ranting:


sudah ku simpul mati
seluruh penjuru hati
hingga tak ada ruang
: bernafas lagi


elaina:


di sana, dalam hati
bersemayam ruh-ruh sepi
yang menggantung diri
mengatur ruas-ruas
tanpa engkau sadari


ranting:


lalu aku?
diriku
harus bagaimana?


elaina:


tidurlah
nanti akan ku curi
air matamu
dalam hati




@elmira
02 Mei 2010 [15:1o]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR