ranting:
air mata sudah ku bakar
dengan enam warna api
tapi tak pernah mati
mengapa dia harus abadi?
elaina:
karena saat membakar
engkau lupa mengunci
hati
ranting:
sudah ku simpul mati
seluruh penjuru hati
hingga tak ada ruang
: bernafas lagi
elaina:
di sana, dalam hati
bersemayam ruh-ruh sepi
yang menggantung diri
mengatur ruas-ruas
tanpa engkau sadari
ranting:
lalu aku?
diriku
harus bagaimana?
elaina:
tidurlah
nanti akan ku curi
air matamu
dalam hati
@elmira
02 Mei 2010 [15:1o]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar