Surat untuk Gadis

biarkan aku pergi, berkelana jauh mengembara
mencari titik pelangi
mengunjungi tempat dimana dua musim bertemu
bertaruh pada pilar-pilar dewi


biarkan aku pergi, bekelana jauh mengembara
hanya dengan satu sayap di punggung
dan petunjuk sinar mentari yang melintang


gadis
jangan engkau menangis
relakan semua serpihan jarak


gadis
nanti akan ku bungkus sepotong senyuman angin
sebagai cendra mata untukmu
: menghapus
dukamu


tapi gadis
jika nyawaku tak putus
di tengah perjalanan
karena aku melihat maut sedang mengintai dimata langit


@elmira
Kairo,
01 Mei 2010 [14:59]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR