Menimang angan meratap khayal
Menutur rembi, si lukis raga
Sadu perangai dalam cermin
Sabit takdir pada hati bagai Sabitah
Tatap itu tegak tegar pasti
Semu tak menggapai
Putri dalam cermin
Rancak paras
Lembut sua
Melati sukma
Binar itu hijau mata
Ibarat milik Tuhan lima helai Mahkota tapak dara
Gaunmu tegarun
Laal jua mutiara langit menjadi Penghias
seumpama pasir putih di ujung lautan teduh tak bertepi
Ah.. seindah - indah dirimu Hanyalah putri dalam cermin
Tak terjamah
Pun menjamah
Hitung ini angan - angan lalu Simpan dalam pasara
Saat nanti rantus nyawa.
@elmira




Tidak ada komentar:
Posting Komentar