Tangkai Hati (2)

Tangkai hati...

Sajak ini ku tulis dengan pena jiwa Safa
Dan tinta air mata

Diriku bukan karang di tengah Lautan tak bertepi
Ataupun teja di bukit senja Tempat buluh perindu para Bidadari

Rembuni diriku tersadar semua

Adanya diri ini pemilik separuh jiwa
Yang kelak sejatinya kan pergi

Tangkai hati
Ini aku mengunyah Semu

Tangkai hati
 
Ini aku tangisi rindu

Di sini diriku menunggu...

Tempat ini
 
Saat aku sudah bersandar pada Pundak Tuhan
 
Lalu ulurkan jemari padamu
 
Agar gapaiku

Tangkai hati
 
Aku milikmu
Sampai saatnya nanti
Di penghujung sepi





@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR