meliuk lekukan pandang pada
lingarnya tawang, retina sayu
membulir terista
agaknya mata langit mulai
terpejam segera
ini pertama menatap jingga yang
katanya petuah surya adalah
senja diakhir cerita
meluluh kenangan dilumat tanpa
arah
ini memang pertama patung
memaku dihadapan kerai biru
mengumpulkan remah-remah
yang merarai silu
: kenangan mati
yang tak mampu ditawar
hingga angin menggugat rupa
tura
ah, dawana jumantara
kemana diri mampu berpaling
pun air mata berhenti melipit
gakari
sampai saatnya nanti tak ada lagi
yang merangum senyum
semua kembali pada awal cerita
: bahagia
@elmira
04 Juli 2010 [14:37]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar