menapak labirin altar putih pada
tepian pelangi
diantara batari yang mewangi
tapak jemari membayang
dalam pandang sepintas sayang
yang meruas hunian singgah
manusia
sedikit tersisa jeratan sukma nan
sia-sia
selaksa sayap putih tak bernilai
melepas pada permukaan wajah
purnama lalu lunglai
penuh sayat genang getih terkulai
ini tentang naluri yang hilang
tempat air mata berpulang
mengikuti jejak rarai yang tak
bersilang
ini juga tentang rasa
kematian asa
yang mereka anggap biasa
sesungguhnya tempat pilu
semayam kuasa
peluh kasuma yang ditinggalkan
meninggalkan petak retakan
diakhir cerita
dalam seikat kata
@elmira
05 Juli 2010 [05:06]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar