seikat akhir bayang

menapak labirin altar putih pada
tepian pelangi
diantara batari yang mewangi
tapak jemari membayang
dalam pandang sepintas sayang
yang meruas hunian singgah
manusia
sedikit tersisa jeratan sukma nan
sia-sia

selaksa sayap putih tak bernilai
melepas pada permukaan wajah
purnama lalu lunglai
penuh sayat genang getih terkulai

ini tentang naluri yang hilang
tempat air mata berpulang
mengikuti jejak rarai yang tak
bersilang

ini juga tentang rasa
kematian asa
yang mereka anggap biasa
sesungguhnya tempat pilu
semayam kuasa

peluh kasuma yang ditinggalkan
meninggalkan petak retakan

diakhir cerita
dalam seikat kata

@elmira
05 Juli 2010 [05:06]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR