sekata rasaku membayang
bahwa lahirnya diriku untukmu
bahkan dalam bayang diriku
terbayang engkau dan diriku
sudah bertemu semenjak masih
suci semayam rahim
dirimu seindah langit yang
merona lazuardi pada kedamaian
hening di gegap gempitanya
lonceng berkidung
menuturmu selaksa habelur yang
murni jernih layaknya embun
membulir menginggung para
kasuma
pun indahmu selaksa angin yang
menari anggun penuh senandung
sungguh ini rindu yang sempurna
hingga air matapun menangis,
dan hati meringis, rindu yang
hanya mampu di tatap melalui
lukisan wajah dalam altar putih
bila ada saatnya memanggil,
dimana genggammu menarik
jemariku. disanalah kita akan
bertemu Tuhan, merampungkan
kenangan masa kecil, bermain,
dan tersenyum kembali, seperti
yang engkau tuturkan dalam
mimpi
"aku menunggumu di depan
pintu langit teduh"
hingga letih sudah memandang
wajah hari yang selalu ku nanti.
@ Elmira
14 Juni 2o10 [17:35]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar