Sajak untuk Zaky Karsten

sekata rasaku membayang
bahwa lahirnya diriku untukmu
bahkan dalam bayang diriku
terbayang engkau dan diriku
sudah bertemu semenjak masih
suci semayam rahim

dirimu seindah langit yang
merona lazuardi pada kedamaian
hening di gegap gempitanya
lonceng berkidung

menuturmu selaksa habelur yang
murni jernih layaknya embun
membulir menginggung para
kasuma
pun indahmu selaksa angin yang
menari anggun penuh senandung

sungguh ini rindu yang sempurna
hingga air matapun menangis,
dan hati meringis, rindu yang
hanya mampu di tatap melalui
lukisan wajah dalam altar putih

bila ada saatnya memanggil,
dimana genggammu menarik
jemariku. disanalah kita akan
bertemu Tuhan, merampungkan
kenangan masa kecil, bermain,
dan tersenyum kembali, seperti
yang engkau tuturkan dalam
mimpi

"aku menunggumu di depan
pintu langit teduh"

hingga letih sudah memandang
wajah hari yang selalu ku nanti.

@
Elmira
14 Juni 2o10 [17:35]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR