menanya altar yang terabai

o, peluh dirimu gadis melambai
menanam kasturi dalam hati
berteman embun pada ujung
dagu
memeluk impi
menghitung curah hujan tarian
mutiara langit

lagi-lagi engkau mendekam
terhimpit tanya
nan mampu ditawar
pada siapa gadis?
engkau menaruh harap

sedang adanya mereka
telah melipit hati
gakari yang terabai

sampai akhir tertutup lembaran
takdir

sudah ku belai kabut putih, hingga
gigil peluhmu gemertak henti
tatapan sayu menikam ruang
diantara petak menyambung
pijak tak tak para ubin menyiksa
lalu, hanya tersisa bibir mungil
terbata kata

dan anginpun menangis, langit
gerimis rintik merimis

selayang dalam pandang mulai
meredup, namun dalam laun
tetap merapal harap,

"bukankah hidup kita harus
bahagia?"

menyata jawab hanyalah entah,
bahkan Tuhanpun hanya mampu
diam

hingga terpejam dua retina
dalam pekat abadi, pada
heningnya altar yang terabai

@elmira
06 Juli 2010 [07:10]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR