ranyau ranting sepi

ini sekata ranting yang berharap
menjadi gemintang berpijar luas
di langit malam
bukan lilin yang hanya berpijar
sejengkal dalam kelabu kelam

seperti bayang dedaun
nan mulai menguning
itulah ranting
yang mendekam beringin
ibaratkan langkias yang
aku ingin

selaksa manusia yang hanya
memiliki satu sayap
tak menawan
namun butuh genggam
agar mengawan
menari bersama pawana meliuk
liar gemulai

terkadang ingini menutur angin
melacur melanglang berlentesasi
sampai rantus nyawa
menghias samudra atau mungkin
cakrawala sebebasnya merekah
senyum melagu buluh perindu
tanpa ada entah
bahkan dalam pasara

: ini sekata ranting
menyerupa terista diantara tarian
kasuma bukan debar pada rahim
jumantara bukan juga
penghabisan garis bayang



Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR