ini sekata ranting yang berharap
menjadi gemintang berpijar luas
di langit malam
bukan lilin yang hanya berpijar
sejengkal dalam kelabu kelam
seperti bayang dedaun
nan mulai menguning
itulah ranting
yang mendekam beringin
ibaratkan langkias yang
aku ingin
selaksa manusia yang hanya
memiliki satu sayap
tak menawan
namun butuh genggam
agar mengawan
menari bersama pawana meliuk
liar gemulai
terkadang ingini menutur angin
melacur melanglang berlentesasi
sampai rantus nyawa
menghias samudra atau mungkin
cakrawala sebebasnya merekah
senyum melagu buluh perindu
tanpa ada entah
bahkan dalam pasara
: ini sekata ranting
menyerupa terista diantara tarian
kasuma bukan debar pada rahim
jumantara bukan juga
penghabisan garis bayang





Tidak ada komentar:
Posting Komentar