mandala galau simpai sempurna


seperti aku yang berdiri pada
hamparan nan meluas diantara
pasir menyaksi angin menari.
gemulainya menampar pipi,
mencubu jiwa yang tercabik dari
kenangan masa lalu, hingga air
mata merinai bersenandung
lembut memulai.


lantunan murai menghias fajar
lahirkan hari baru yang sejatinya
merupa. menyempurnakan takdir
yang masih tersimpan rapi dalam
rahim, menutup peluh guratan
perih dalam hati


pun lika tabik sayarah yang
padanya bulan titipkan malam
melepas dengan rindu antara
bayang menggenggam, tabik
sayarah yang mengecup mentari
dalam tidur nyenyaknya agar
terbangun tak terlelap, pulangkan
gemintang pada ibunda hingga
tak ada yang merarai nyilu diri
semburatkan langit membias
rangkul asa


namun ini aku yang pada diriku
membayang mengadu dalam
gaduh pilu semesta menghujam,
acuh tak mampu.
terjatuh
: yang kesekian kali dalam
mandala galau.


ini mengata reranting bukan titik
yang diangan-angan bukan juga
penghabisan bayang
: terista bertalun

@ Elmira
14 Juni 2o10 [05:10]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR