Ron:
aku tlah tiba di separuh
perjalananku menujumu
membelah sunyi, menetak
dingin malam, gegas beranjak
melabuhkan biduk asmara
Ranting:
cepatlah menapak
aku lelah meminang harap
menggerus pijar purnama dalam
doa
cepatlah menepi
sebelum buku takdirku
ditutup Tuhan
hingga saat engkau datang
hanya berteman air mata
Ron:
akal pikiranpun tak lagi mampu
menalar
pesonamu tak henti menderaku
menjelma dalam angan dan
mimpiku
tak mampu ku bawa surut
bila ku sua dirimu nanti jiwaku
separuh utuh
buka aku, isi dan penuhi aku
Ranting:
pesona itu adakah sebuah
kesalahan?
lahirnya aku hanyalah sebagai
kerikil diantara batubatu yang
besar dan berpijar
entah diriku mampu
aku meragu
pun hatiku gaduh
bila adanya nanti
anganmu hanya kelabu
Ron:
aku terhuyung, ayang kepayang
terhempas gelora membulat
rembulan suara hati,
tiada raguku
kepada puan nafasku
menghembus
bila nanti tak jua penuh
aku tertelan gurun sunyi, nanti
sudikah puan membuka diri?
mengisi separuh jiwaku
Ranting:
selaksa mata embun yang
menangis setiap fajar memulai
hari
disetiap kata yang engkau tulis
begitu saja
bagiku adalah mutiara yang
sangat berharga
namun sukmaku
: terista yang tak mungkin
terbuka
Ron:
jika katakata terucap maka tlah
kupahatkan cinta di setiap
abjadnya
mereka hidup dan bersemi di
udara yang ku hirup
lalu menghambur keluar tanpa
kupinta
menghabelur makna seraya
menjura untukmu
karena sukmaku
: menetaskan hasrat mencarimu
yang tak kuasa henti
@ Elmira
19 Juni 2010 [18:30]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar