Sajak Dua Hati (kolaborasi Ron Hustleman dan Ranting Sepi)

Ron:

aku tlah tiba di separuh
perjalananku menujumu
membelah sunyi, menetak
dingin malam, gegas beranjak
melabuhkan biduk asmara

Ranting:

cepatlah menapak
aku lelah meminang harap
menggerus pijar purnama dalam
doa
cepatlah menepi
sebelum buku takdirku
ditutup Tuhan
hingga saat engkau datang
hanya berteman air mata

Ron:

akal pikiranpun tak lagi mampu
menalar
pesonamu tak henti menderaku
menjelma dalam angan dan
mimpiku
tak mampu ku bawa surut

bila ku sua dirimu nanti jiwaku
separuh utuh
buka aku, isi dan penuhi aku

Ranting:

pesona itu adakah sebuah
kesalahan?
lahirnya aku hanyalah sebagai
kerikil diantara batubatu yang
besar dan berpijar

entah diriku mampu

aku meragu
pun hatiku gaduh
bila adanya nanti
anganmu hanya kelabu

Ron:

aku terhuyung, ayang kepayang
terhempas gelora membulat
rembulan suara hati,
tiada raguku
kepada puan nafasku
menghembus
bila nanti tak jua penuh
aku tertelan gurun sunyi, nanti
sudikah puan membuka diri?
mengisi separuh jiwaku

Ranting:

selaksa mata embun yang
menangis setiap fajar memulai
hari
disetiap kata yang engkau tulis
begitu saja
bagiku adalah mutiara yang
sangat berharga

namun sukmaku
: terista yang tak mungkin
terbuka

Ron:

jika katakata terucap maka tlah
kupahatkan cinta di setiap
abjadnya
mereka hidup dan bersemi di
udara yang ku hirup
lalu menghambur keluar tanpa
kupinta
menghabelur makna seraya
menjura untukmu

karena sukmaku
: menetaskan hasrat mencarimu
yang tak kuasa henti


@
Elmira
19 Juni 2010 [18:30]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR