sayap yang patah

disaat malam melekat pekat
tanpa sekat
manik najam kilau memudar

mengapa hujan harus merinai?
aku masih terdiam disini tanpa
tilas, menanam bayang pada
langit

saat jemari Tuhan dan diriku
bersatu, Ia katakan henti
namun dalam peluh menggigil
aku tetap melukis bayang di
wajah awan

selaksa mawar biru
kelopaknya terkikis semu
sungguh haru membiru
berkembang pilu nan meramu

ini harapan lumpuh
yang sungguh semakin rapuh

ditengah air mata yang merisau
hati yang resah memisau
sepi pada tepian sendesau
aku berharap maut bertamu di
ujung pisau

kerati nadi yang membisu
diatas takdir yang semakin gagu
ambigu

@elmira
07 Juli 2010 [17:21]

1 komentar:

kabut malam mengatakan...

saat jemari Tuhan dan dirimu bersatu,
saat Ia katakan henti
aku yang memandangmu melukis bayang diwajah awan
asaku berangan
ingin kusentuh bayang itu

"ini harapan lumpuh
yang sungguh semakin rapuh" katamu...

wahai selaksa dewi...
lukiskan lagi warnamu
agar merona awan abu abu

ini darahku...
jika tak kau temu lagi
merah perona bayangmu

kerati nadiku
sebab takdirku yang meragu
ambigu
>>>>>>>>>madewa<<<<<<<<<<<

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR