Biar kupetik hingga berdawai
Kidung-kidung surga Berkumandang
Lalu peri menari
Setelah itu diriku bernyanyi Hingga fajar menyingsing, Matahari terbangun
Taburkan pasir milik ancala selatan
Mengabit pelangi sirnai kabut Meta
Tundukan mega
Akhirnya mentari simpai sempurna
Makian camar memersik pagi
Senandung ini tak henti, sampai Akhir zaman nanti
Kokohkan jiwa para insan
Tanam perisai emas pada setiap Diri
Menyatu dengan nadi
Balalaikaku berdawailah,
Meski bumi hancur
Ancala melebur
Laut membeku
Dan jiwa-jiwa menghilang
Balalaika teruslah berdawai
Bawakan syair kedamaian
Bukan kematian
Rengkuh ketentraman
Diriku pembawa balalaika Berdawai
Bergaun putih bunga-bunga kapas
Kepak sayap anggun kupu-kupu
Trodies




Tidak ada komentar:
Posting Komentar