Semu 27

disemu ini coba berpaling diri
lihat, dinding-dinding bisu menghardik sepi
tik-tik rintik hujan basahi bumi
lamunan menerawang terbang tinggi,

semilir meniup lirih
terbangkan si rapuh bunga-bunga kapas dalam tarian sunyi
senandung pilu...


tatap langit
hitam pekat
tak menarik
tanpa gejora manik-manik
ada bayang dalam lirik
ingin kusentuh lalu kutarik


tapi apalah, gapaipun tak sampai,
hati tergores perih,


misteri hidup,
akankah sampai disini..


hai.. peri
kemari,
beri aku bisikan
tentang 27

apa nantinya... ?

dimana... ?

atau, sampaikah gapai 27...?

hai.. peri,
mengapa hanya diam membisu,
hati ini menjadi pilu


beri tau satu peristiwa,

biar dapat ku cabut kembali tikaman belati pada jantungku,

sini... kemari,



hening.....



tak terdengar,


bahagiakah diakhir cerita...?





@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR