Puan Jingga

curah hujan tetes embun,
pasir putih tenang kabut,
dinding es tersentuh lembut retak merambat hancur lebur,
itulah hati sang puan jingga,
dalam dekap sirapuh jiwa,
dalam alunan nyanyian balada,
oh..sipuan jingga sungguh malang lagi nista,
menghayal...
menjadi merpati bersayap indah,
pergi jauh melayang tinggi diangkasa,
mengitari singgasana milik Tuhan,
oh..sipuan jingga terjatuh dalam khayal,dan tak terbangun,
tanpa harus terbangun..


@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR