Nyanyian Surga ( Puisi Dongeng )

embun rimbun
menetes, membasahi bumi
angin
silir-mamiri menari-nari
hembusan hampa..



la...la...la..la...


apa itu..?
apa yang telah ku dengar,

kubuka mataku,
tatap sekeliling
pelajari semua
lalu kucari bisik suara sunyi tadi,
berlari dalam kalut,



la...la...la...la...


lagi-lagi terdengar
ku cepat berlari

tersentak..!

aku sedang tak berada dibumi
kini aku dalam lingkar rona pelangi,

tersadar ini,
aku telah...mati....
tinggalkan raga dalam pertempuran abadi
membumbung melayang pergi,
dapat kurasa, kepakan sayap dipunggung
ah....ternyata kini aku bersayap merpati,



la...la...la...la...


BIADAP !
senandung itu terdengar lagi,
ku terobos, lingkar pelangi

terlihat,
dan kini dapat kulihat
ternyata itu senandung para bidadari,

"raihlah jemari kami wahai anak adam jangan kau menari-nari dalam lazwardi dilangit ini"

para bidadari bersenandung untukku
disurga ini,
dalam rona si pelangi
dan gema lonceng Tuhan abadi.



@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR