Rintihan Dipan Kayu

ada nafas kita tercecer bisu,
seolah kecup petama menuntun kita pada pergulatan semu,
merengkuh asuh kuasa diri..
lemah pasrah kau papah,
membaringkan tubuhku diranjang kenikmatan...
gagahi..aku ucap tatapku sayu mengharap..
bibirku menggigil menanti nikmatmu geloramu..
cumbui aku,
laknat erangmu adalah debar hangat..
sentuh aku..
tubuhku menanti lumatmu,
rasakan karang engal nafas berat menggapaimu,
satukan tubuh..
ditelanjangku telanjangmu..
ah..
peluhmu membasahi kuyup digigil tubuhku,
mengoyak gelak hasrat mencapai puncak layang,
kau..dan..aku
dipertiga malam merenggang..
menghianati gelap tanpa sinar,
kau..dan..aku
melebuh dimadu lautan,
gugur menghampiri kenikmatan..
kau..dan..aku
lemas berpeluk tak melepas..


@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR