merarai bukit bisu
dalam siluet patah petak
diantara semu silu
ah, retak
bunga karat
mulai melarat
tertikam syarat
satu-satu
: ratu
mandala dalam raga
gamam tertanam rasa
masih tergamang karsa
: lalu
o bunga karat
ini hidup menatap ujung
bukan lapak berdendang
pada tempat
pun berlalari menuju lalu
Kairo,
13 April 2010 [08:00]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar