Suara Kami

negara diam bisu
gagu ambigu
seperti gadis lugu
yang ingusnya dilap tanpa tisu

para petinggi hanya saksikan pelacur mantrubasi
kita kaum jelata cukup berfantasi
tak perlu orasi
yang ada nanti dapat somasi
malah tidur di jeruji besi

ah, nasib kaum bawah
cukup menjadi penikmat kawah
syukur-syukur gak mati di rawa
yang ada nanti mayat di jual setelah melayang nyawa

o, para petingi kami
suara kami tolong di perdengarkan
hal mudah bukan?

jangan hanya bersenandung manis
ini lihat hati kami teriris
hidup kami miris
mati diantara garis nyaris

beruntung masih ada Tuhan
pemilik semesta
meskipun kami hidup tanpa lahan
tapi Tuhan akan mengabulkan doa kami di tiap kata.



Kairo,
23 April 2010 [16:37]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR