negara diam bisu
gagu ambigu
seperti gadis lugu
yang ingusnya dilap tanpa tisu
para petinggi hanya saksikan pelacur mantrubasi
kita kaum jelata cukup berfantasi
tak perlu orasi
yang ada nanti dapat somasi
malah tidur di jeruji besi
ah, nasib kaum bawah
cukup menjadi penikmat kawah
syukur-syukur gak mati di rawa
yang ada nanti mayat di jual setelah melayang nyawa
o, para petingi kami
suara kami tolong di perdengarkan
hal mudah bukan?
jangan hanya bersenandung manis
ini lihat hati kami teriris
hidup kami miris
mati diantara garis nyaris
beruntung masih ada Tuhan
pemilik semesta
meskipun kami hidup tanpa lahan
tapi Tuhan akan mengabulkan doa kami di tiap kata.
Kairo,
23 April 2010 [16:37]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar