di garis nadir kumbang ada kupu kupu

di taman itu ada kumbang tergelak rapuh
menangis sepuh

di antara hamparan ilalang-ilalang hijau
menunggu maut menjemput

embun yang lindap
batu-batu diam tak bergeming

pada ke dua pipinya
air mata menarinari
sayap yang terkoyak
pijar meredup padam

tanpa di bayang
kupu-kupu menghampiri
bernyanyi
hibur kumbang
hingga langit tersenyum
dan maut datang menjemput

di taman itu ada kumbang
melepas raga
pergi mengawan
dengan senyum indah menawan


Kairo,
26 April 2010 [05:02]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR