menggenggam sebuah pena usang
bertinta hitam penuh kenang
di antara gerusan
rasa pilu
naik menapak
menjadi peluh
menggenggam sebuah pena usang
menulis doa di sayap kiri kupu-kupu biru
dibuai harapan semu
penuh risau
seikat kata beku
sembilu belum lalu
terbangkan saja itu kupu-kupu
biar mencapai langit biru
dan terbaca olehNya
teriakan parau yang terkunci dalam hati
"Tuhan tolong diriku"
Kairo,
25 April 2010 [17:05]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar