kobar bendera negeriku
selaksa merah darah bergejolak
puji Tuhan
: kudus
titipkan putih
hingga sepasang
terpatri
menjadi garis dalam nadi
berpijak negeriku letak
ukiran surga ke dua
jemari Tuhan
antara pilar-pilar
pijar safa
di lukis lembut
rona pelangi
rahim subur tanah kami
gema kidung dewadaru
hingga para pedapa
bercumbu liar
meski terkadang bumi murka
kucup-kucup tetap menghias hari
senyumkah kami?
abadi!
jejak jingga
pada senja
merebak
merekah harapan
kepastian pasti
dengan tegas kunyatakan
: itu
tentang negeri kami
garuda Indonesia
Kairo,
18 April 2010 [13:58]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar