Garuda Indonesia

kobar bendera negeriku
selaksa merah darah bergejolak
puji Tuhan
: kudus
titipkan putih
hingga sepasang
terpatri
menjadi garis dalam nadi

berpijak negeriku letak
ukiran surga ke dua
jemari Tuhan

antara pilar-pilar
pijar safa
di lukis lembut
rona pelangi

rahim subur tanah kami
gema kidung dewadaru
hingga para pedapa
bercumbu liar

meski terkadang bumi murka
kucup-kucup tetap menghias hari

senyumkah kami?
abadi!

jejak jingga
pada senja
merebak
merekah harapan
kepastian pasti

dengan tegas kunyatakan
: itu
tentang negeri kami
garuda Indonesia


Kairo,
18 April 2010 [13:58]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR