waka

Haiku:

pagi meresah
mandala matahari
mengigau musim

Katauta:

puyuh menari
angin bernafas perih
Tuhan menggenggam langit

Sedoka:

ceria mentari
menawan awan putih
kidung ditenun dewi

Choka:

pucuk di bunga
pesona ujung ranting

tawa dahlia
kumbang hilang dahaga

mawar di pinang
kupu-kupu tersenyum

tamanku sorak ramai

Tanka:

inggung rerumput
bunga kapas beruban
langit menatap
awan putih terhempas
nyawa di simpul mati



18 April 2010 [05:04]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR