bunga karat (III)

bunga karat hendak mati
di pasara bunda
hati merana
jiwapun dirasa ripuh

mengurai angan
gaduh dendang bersenandung
entah dimana layak bumi
mengandung

angan melupa
terbang melayang
mengawan menawan
itu puan harapkan khayal

merpati tiba datang
menjelang diri
mematah bayang

antara hati dan jantung
bersabda
aku belum rela mati

bunga karat tertidur sejenak
setelah koma
melupa titik
bangunlah sudah

Kairo,
14 April 2010 [15:24]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR