di antara percikan genang getih
ada pualam tak menempat
bukan tempat berpulang keluh
kesah
hanya lapak setapak
tepak tetak merapal serapah
selaksa kikis mengikis hati guna
bilah
ah, lain sepukal saat menancap
hati, penuhi labirin menghitam
pekat
seperti mimpi yang tiada dusta
ruang-ruang harapan dan hunian
tak tuai gegap gempita
lain menjamah rindu
saat tindas lara meradu
jauh yang tak pun beradu
seumpama batari tangis pada kamu
lemparkan harapan namun semu
: itu
tentang aku
karya Tuhan paling abstrak
@Elmira
21 Mei 2010 [14:02]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar