seperti lapak
yang terbungkus keindahan
kasuma
namun di dalamnya hanya
bernaung mahing
rapalkan pada semua yang tak
berarti
dalam arti yang tak menemu
makna sesungguhnya
ini tentang dewa bergincu
yang mencintai simpatik manusia
atau mungkin memang mencari?
satu yang pasti, adanya diriku tak
perduli
ini hanya kenang lalu yang
menumpuk dan akan segera
berlalu
menunggu waktu terbakar
menjadi abu sirnalah sudah
bersama keluh kesah yang
engkau banggakan
: diriku ini
orang yang diam
namun jangan sampai diamku ini
terusik
lalu menjadi belati yang sangat
menyakitikan
mahing : bau busuk
rapal : mengata / berkata
@Elmira
11 Juni 2o10 [17:03]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar