dewa bergincu

seperti lapak
yang terbungkus keindahan
kasuma
namun di dalamnya hanya
bernaung mahing

rapalkan pada semua yang tak
berarti
dalam arti yang tak menemu
makna sesungguhnya

ini tentang dewa bergincu
yang mencintai simpatik manusia
atau mungkin memang mencari?

satu yang pasti, adanya diriku tak
perduli

ini hanya kenang lalu yang
menumpuk dan akan segera
berlalu

menunggu waktu terbakar
menjadi abu sirnalah sudah

bersama keluh kesah yang
engkau banggakan

: diriku ini
orang yang diam
namun jangan sampai diamku ini
terusik
lalu menjadi belati yang sangat
menyakitikan

mahing : bau busuk
rapal : mengata / berkata

@Elmira
11 Juni 2o10 [17:03]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR