Talun

kemanakah sang bayu? saat bias-
bias merona jingga di utara

dimanakah Tuhan sembunyikan
tinta pelangi? saat para peri
mencoba mewarnai sunyi

apa langit masih berada di atas?
menimang embun untuk bumi

matahari sudah kah terpejam
lelap? saat rembulan memetik
bintang

para burung, masikah mengepak
kencang mengawan? bersama
pawana

mengapa malam tak pernah lelah
merajut awan? padahal ada
nebula yang menghias

kapan senja di unjut menguntai?
lalu merinai

bila purnama simpai sempurna
dapatkah kulukiskan bayang
dirimu dalam bingkai gemintang?

mengapa bulan selalu
merindukan malam?

kapan berpulang keluh kesah
pada hati?

bila cakrawala membutakan asa,
akankah ada damai yang
menyerinai? seraya memuja
semilir angin

lalu air mata?
kapan dapat mati?

air mataku sungguh bangsat, tak pernah mendengar perintah puannya, rembi melagu, hatiku gaduh, entah kemana harus mengadu.

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR