rembi batari (II)

di saat rembi batari merapal rindu
daun-daun pun menguning
mengering tersapu angin

membayang tapak jemari di
antara cermin embun gerimis
meradu kabut melamun

dan
di saat rembi batari merapal rindu
hatipun menepi membuka
lembaran yang terkikis
melipat kenangan lalu yang
membekas bersemayam

ini resah yang sebenar-benarnya
resah
seperti raga yang mulai berpisah
mulai mengumpulkan kisah
kenangan lalu untuk di jabarkan
dan dalam kesah menghampiri
labirin dengan gelisah agar dapat
lagi melagu selaksa gadis lugu
yang gagu

sungguh ini rembi batari yang
merisau di tengah tepian sepi
memisau merenggang semua
lelap penuh sendesau, dan
berharap maut sedang singgah di
ujung genggaman pisau

meski teja menghias indah
semesta menghijau

o, rembi batari
adakah rasa yang engkau rasa?
mungkin engkau mulai merasa
pada titik asa yang hampa


@Elmira 07 Juni 2010 [17:35]
saat senja yang ku benci

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR