Kidung buluh perindu
Saruloka kelabu
Percik tenggara
Tampar batara
Ah, sarau..
Laknat cintaku terhujam
Harapan rapun sudah
Bulan biru
Rinduku beku
Pudar meramu
Kairo,
22 Januari 2010 [07:32]
ranting sepi, sepinya tak bersekat begitu pekat hingga getir mencekat silu melekat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar