Syair Aidh al - Qarni

Betapa banyak engkau mengeluh dan berkata tak punya apa - apa, padahal bumi, langit, dan bintang adalah milikmu.
Ladang, bunga segar, bunga yang semerbak, burung bulbul yang bernyanyi riang.
Air di sekitarmu memancar berdecak, dan matahari yang di atas kepalamu memandang geram penuh amarah.
Cahaya di kaki dan puncak bukit membangun tanah lapang yang rata di bukit - bukit dan sebentar lagi rusak.
Dunia ceria kepadamu lalu mengapa engkau cemberut, dan dia tersenyum mengapa engkau tidak tersenyum.
Jika engkau sedih dengan kemuliaan yang telah lalu, tak kan lagi penyesalan mengembalikannya.
 
Atau engkau murung karna adanya musibah, tapi tak mungkin engkau mencegah datangnya musibah.
 
Jika telah engkau lewati masa mudamu jangan engkau katakan, zaman telah tua sebab zaman tak pernah tua.
Lihatlah masih ada gambar - gambar yang mengintip di balik embun yang seakan bicara karena indahnya.





@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR