Penyair Elia Abu Madhi

Orang berkata, "Langit selalu berduka dan mendung."

Tapi Elia berkata, "Tersenyumlah, cukuplah duka cita di langit sana."

Orang berkata, "Masa muda telah berlalu dariku."

Tapi Elia berkata, "Tersenyumlah, bersedih menyesali masa muda takkan pernah mengembalikannya."

Orang berkata, "Langitku yang ada di dalam jiwa telah membuatku merana dan berduka. Janji - janji telah menghianatiku ketika kalbu telah menguasainya. Bagaimana mungkin jiwaku sanggup mengembangkan senyum manisnya."

Maka Eliapun berkata, "Tersenyum dan berdendanglah, kala kau membandingkan semua umurmu kan habis untuk merasakan sakitnya."

Orang berkata, "Perdagangan selalu penuh intrik dan penipuan, ia laksana musafir yang akan mati karena terserang rasa haus."

Tapi Elia berkata, "Tetaplah tersenyum, karena engkau akan mendapat penangkalan dahagamu. Cukuplah engkau tersenyum, karena mungkin hausmu akan sembuh dengan sendirinya. Maka mengapa engkau harus bersedih dengan dosa dan kesusahan orang lain, apalagi sampai engkau seolah - olah yang melakukan dosa dan kesalahan itu .. ?

Orang berkata, "Sekian hari raya telah tampak tanda - tandanya seakan memerintahkanku membeli pakaian dan boneka - boneka. Namun telapak tanganku tak memegang meski hanya satu dirham adanya (1 rupiah)."

Elia mengatakan: "Tersenyumlah, cukuplah bagi dirimu karena Anda masih hidup, dan engkau tidak kehilangan saudara - saudara juga kerabat yang engkau cintai."

Orang berkata, "Malam memberiku minuman 'alqamah."

Tapi Elia berkata, "Tersenyumlah, meskipun kau makan buah 'alqamah.
Mungkin saja orang lain melihatmu berdendang akan membuang semua kesedihan. Berdendanglah apa kau kira dengan cemberut akan memperoleh dirham atau kau merugi karena menampakkan wajah berseri ..?
Saudaraku, tak membahayakan bibirmu jika engkau mencium juga tak membahayakan jika wajahmu tampak indah berseri
tertawalah, sebab meteor - meteor langit juga tertawa, pun mendung tertawa, karenanya kami mencintai bintang - bintang.

Orang berkata: "Wajah berseri tidak membuat dunia bahagia yang datang ke dunia dan pergi dengan gumpalan amarah."

Dan Eliapun menjawab: "Tersenyumlah, selama antara kau dan kematian ada jarak sejengkal, setelah itu engkau tidak akan pernah tersenyum."



@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR