apa dirimu sedang sengap engap
di sangkar emas tanpa ukir
atau menangis sejenak dalam semak belukar tanpa senggak
di sana tak ku dapati rintihan tiap aksara ngiau milikmu
ataupun kesedihan di pelupuk mata itu burung gereja
ini saat beban berat wahai derita burung gereja
matahari lelah pijar tanggalkanmu tanpa bayang
langit menutup mata astana malam mulai meraja
pelangi pudar sudah..
"aku sendiri di sini" katamu tertunduk sepi
"tidak adakah yang menjual kematian, hingga diriku dapat membelinya" gumammu burung gereja
ini hunian sepi
tempat sembunyi arwah mati
ujung dunia adalah kebinasaan dia akan datang dengan sendirinya
tak perlu di harapkan
tak perlu di impikan
hanya perlu menanti dan berdoa
wahai engkau derita
sekarang dapat ku lihat kesedihan di pelupuk mata burung gereja
yang terus berharap
genggam sayap patah
merangkak di wajah bumi
@elmira




Tidak ada komentar:
Posting Komentar