Ngiau Burung Gereja

apa dirimu sedang sengap engap
di sangkar emas tanpa ukir
atau menangis sejenak dalam semak belukar tanpa senggak

di sana tak ku dapati rintihan tiap aksara ngiau milikmu
ataupun kesedihan di pelupuk mata itu burung gereja

ini saat beban berat wahai derita burung gereja

matahari lelah pijar tanggalkanmu tanpa bayang
langit menutup mata astana malam mulai meraja
pelangi pudar sudah..

"aku sendiri di sini" katamu tertunduk sepi

"tidak adakah yang menjual kematian, hingga diriku dapat membelinya" gumammu burung gereja

ini hunian sepi
tempat sembunyi arwah mati

ujung dunia adalah kebinasaan dia akan datang dengan sendirinya
tak perlu di harapkan
tak perlu di impikan

hanya perlu menanti dan berdoa

wahai engkau derita
sekarang dapat ku lihat kesedihan di pelupuk mata burung gereja
 

yang terus berharap

genggam sayap patah
merangkak di wajah bumi



@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR