Nabi Musa pernah mengalami ketakutan dalam jiwanya sebanyak tiga kali. Pertama, ketika dia masuk ke dalam persidangan Fir'aun. Musa bergumam,
{Sesungguhnya kami khawatir bahwa ia akan segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas.}
(QS. Thâhâ: 45)
Allah pun menjawab,
{Janganlah kamu berdua khawatir, sesungguhnya Aku beserta kalian berdua, Aku mendengar dan melihat.}
(QS. Thâhâ: 46)
Sungguh, dalam ingatan dan dalam benak orang mukmin itu harus tertanam penegasaan dari Allah: Janganlah takut, Aku mendengar dan melihat.
Kedua, pada saat para tukang sihir itu melemparkan tongkat mereka. Maka Allah pun berfirman,
{Janganlah kamu takut, sesungguhnya kamulah yang paling unggul (menang).}
(QS. Thâhâ: 68)
Ketiga, pada waktu dikejar Fir'aun dan bala tentaranya. Allah berkata kepadanya:
{Pukullah batu itu dengan tongkatmu.}
(QS Al-Baqarah: 60)
{Musa berkata, "sekali - kali tidak akan tersusul. Sesungguhnya, Rabb - ku besertaku, kelak Dia akan memberi petunjuk padaku.}
(Q.S Asy - Syu'arâ: 62)
Kisah Musa dan Fir'aun cukup membuka mata kita akan ke AgunganNya. Sekalipun Dia tak pernah tertidur dan kita tak pernah luput dari pandanganNya.
Allah yang menurunkan ketenangan kepada hambanya yang beriman. Allah tidak membutuhkan kita tapi kita yang membutuhkanNya. Lalu mengapa tak menyadari?
Bersyukurlah atas segala, agama yang kita miliki, rumah yang kita singgahi, air yang mengalir murni, sesama yang dapat berbagai.
{Barang siapa mengerjakan amal salih, baik laki - laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik.}
(QS. An-Nahl: 97)
Sekalipun jangan pernah meragukannya, letakan Dia ditengah hati kita melebihi apapun. Sesungguhnya milikNya kerajaan dilangit dan bumi.
{Dan, barangsiapa berpaling dari mengingat-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit.}
(QS. Thâhâ: 123)
Genggam erat-erat Iman milik kalian, jangan biarkan setitik debu menghiasi. Hanya padaNya kita bersimpuh dan hanya padaNya kita meminta.
{Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenang.}
(QS. Ar-Ra'd:28)
Bertasbilah padaNya. Kita milikNya dan padaNyalah kita akan kembali.
*kisah Musa dikutip dari al-Qarni
Kairo
2010




Tidak ada komentar:
Posting Komentar