Melukis Bayang



Tangkai hati, fajar tadi ku lihat setitik embun bercumbu diputik mawar, ingung bermagenta, bening selaksana batari. 
Ah.. Entah bagaimana Tuhan mewarnai embun. Hingga menjadi sirip sirip dewa pada pagi.

Kepada embun diriku tuai pinta, secawan dawat bening. Lalu merangkainya dengan rona mimpi, agar diriku lukis rindu diatas bayangmu



: Tangkai hati 



Ini diriku melukis, memejam mata bertumpu pada rasa. Menapaki lingar bayang. Lingkar harapan, lampar impian.

Di titik semu diriku mulai. Percah percak dawat diriku rarai. Telah diriku sayat wajah dusta. Agar fatamorgana rancak sempurna.
: Di kanvas satu warna

Secercah cahaya di sisi, selingkar harapan dan impian diruas pada wajah. 



Adakah dirimu mengerti ?


@elmira
Kairo
22 Januari 2010 [19:25]

1 komentar:

cipto mengatakan...

ku tak lagi bisa berkata-kata
terdiam
terpaku beku pada hati menggebu
makna yang dalam
merogoh sukmaku.

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR