Tangkai hati, fajar tadi ku lihat setitik embun bercumbu diputik mawar, ingung bermagenta, bening selaksana batari.
Ah.. Entah bagaimana Tuhan mewarnai embun. Hingga menjadi sirip sirip dewa pada pagi.
Kepada embun diriku tuai pinta, secawan dawat bening. Lalu merangkainya dengan rona mimpi, agar diriku lukis rindu diatas bayangmu
: Tangkai hati
Ini diriku melukis, memejam mata bertumpu pada rasa. Menapaki lingar bayang. Lingkar harapan, lampar impian.
Di titik semu diriku mulai. Percah percak dawat diriku rarai. Telah diriku sayat wajah dusta. Agar fatamorgana rancak sempurna.
: Di kanvas satu warna
Secercah cahaya di sisi, selingkar harapan dan impian diruas pada wajah.
Adakah dirimu mengerti ?
@elmira
Kairo
22 Januari 2010 [19:25]




1 komentar:
ku tak lagi bisa berkata-kata
terdiam
terpaku beku pada hati menggebu
makna yang dalam
merogoh sukmaku.
Posting Komentar