Lagzun Di Pintaku

pada bayangku yang hanya semu
dapati satu bingkai lazwardi

senandung ratapan tak terpungkiri saat
mengawan menuju padaNya...,

lalu tangan Tuhan dan diriku bersatu
 
saat jemariku menyentuh langit; dapat diriku rasa
agaknya dapat ku rasa
rasa hangat yang mengalir pada nadi
 
dan pijarMu Tuhan yang teduh menghias bimasakti

seketika itu diriMu memberi warna antara langit dan bumi
tiga warna maka jadilah pelangi.
 

Agar diriku melangkah pasti, lewati serpih serpihan la'la yang melampar

langkisan tertiup tenang
saksikan luas langit tanpa pilar
lihat ribuan cahaya karubin bersujud padaMu

lagzun ini milikMu

ini diriku Tuhan
yang melangkah ikuti tutur sabdaMu karna lahabi
 
mencapai nadhir tanpa kelesuh

penghabisan...,

Tuhan
 
jangan hanya menatapku
rangkul ini diriku
bukankah Engkau sang Maha cinta

diri ini tak inginkan kekal nikmat surgawi
apalagi hinanya neraka

hanya ingin dekapMu
 
sang pencipta
pemilik takdirku

setelah itu musnahkan diriku
hapus hidupku,

diriku tak pernah meminta ada
ini pintaku
saat lakyan denganMu.





@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR