ini laut teduh tak bertepi
tatapan jiwa pada hati
lempar harap pada langkias lalu seligit sunyi
dan untuknya diriku menyelimpat sendiri
ah.. diriku berselindung hati
menangis lirih
mengawan perhatikan karubin
ditemani tiap kepakan sau-sau pada safa
diri ini enggan menangis tapi air mata merinai sendiri...,
tanpa mendengar titah sang puan,
mereka terus berjatuhan membutir hujami wajah
dan hatiku yang menimang pilu pun semakin menyendu menjerit lirih tersayat perih
tapi lihat...,
kupu-kupu membingbing
membawaku hingga suraloka
hiasi tiap helai rambutku bunga kapas satu-satu... mahkota lembut
hingga dapat diriku lihat indah tariannya pada suralaya
ah.. melupa diriku pada sedih
yang ada hanya denting-dentingan piano pada tiap kidung-kidung dan lentesasi kupu-kupu
lalu semilir yang tertiup pelan sejukan suralaya
oh.. syahdunya
elmira dirimu tak lagi menyabak sedih,
lihat itu kupu-kupu merunuti tiap sisi,
lalu bunga kapas yang menyeriah pada hati mereka syahsiahmu yang terus menabir,
mari mulai lagi
gempit harap pada doa
merinai rayu
bersenandung patut
@elmira




Tidak ada komentar:
Posting Komentar