Di mana letak wajahmu pun bayangmu
Wahai Tuhan pemilik hati
aku yang selalu setia bersamamu tertegun hening
Terus menatap takdir
Terkadang rembulan simpai sempurna datang menemani
Pun rasi zohra setia menghibur
Ini aku tak abadi sepertimu, adanya aku takdir mati
Bila saatnya nanti putus nyawa entah kau akan mengenang
Wahai Tuhan
Saat aku sendiri sepi
Ku dapati engkau tetap memeluk hambamu
Apa dirimu abadi, entah...
Tuhan itu sunyi Tuhan itu diam
Tuhan hanya dirimu yang tahu
patah - patah sayap milikku
Aku yang selalu,
Berharap esok kembali
Bersama darah suci dan
Sayap utuh tanpa cacat
Tapi apa mungkin.......
Ah.. Tuhan
Bila ku genggam dirimu
Akankah kau ada pada genggamku
Tuhan, saat ku tungu Dirimu
Pada peringgitan sunyi
Agar kita menari bersama.
Kau kecewakan aku
Tuhan ini malam saksi di hidupku
Bila saatnya nanti akan datang
Dan semua menghilang
Saat aku sudah tak mampu bersujud
Di mana rusukku telah menghimpun
Raga ini mati
Harapan sirna
Ada satu yang tetap jadi milikku
Jiwaku
Sungguh jiwaku hanya milikku
Sejak lama ia bersamaku
Hanya padaMu ku bertanya
Wahai pemilik takdirku
Meski tak pernah terjawab
Ku takkan pernah lelah bertanya
Hingga Dirimu membenciku
Dan palingkan wajah padaku
Tuhan ajari aku cara bersabar....
...................




Tidak ada komentar:
Posting Komentar