pada andaru, adakah sinarmu akan pudar kawan
disana, jauh diseberang sana dirimu coba gapai mimpi
diatas lautan o pui thong, dirimu merajut harap
pada andaru, adakah sinarmu akan pudar kawan
dirimu bukan berada pada lakara, ataupun seorang yang melalang,
tetapi dirimu laksamana sang penakluk
dan pada siang matahari menantangmu
berharap andaru memudar,
menyerah
sirna
takluk pada o pui thong
lalu pada malam,
dirimu merenung sedih
tangis sendiri
merindu ibu...,
pada andaru, adakah sinarmu akan pudar kawan
jangan pernah lelah andaru
tatap purnama
sesungguhnya itu dirimu
gapai harapmu
rentangkan sayapmu hingga menutup bumi
matanatkan jiwamu
tantang mentari
berikan malam tarian lentesasi
biarkan mereka tertegun menatap
disini,
kami menuai doa
untukmu,
untuk dirimu wahai sahabat
pada maya kita berbagi kasih kenang lalu
dan disini, tanah pijak tempat lahirmu ada sahabat dan kekasihmu
menunggumu...,
saatnya nanti bermain dewi-dewi, bunda bumi randu hakiki
sajak untuk andaru;
pada andaru, adakah sinarmu akan pudar kawan
jangan,
jangan pernah memudar,
teruslah melangkah
kait-kait mimpimu dalam doa sampai saatnya nanti
matahari lelah sinar.
@elmira




Tidak ada komentar:
Posting Komentar