Pusing kepala ditambah ada masalah perfeck deh pokoknya. Gerutuku dalam hati.
"Lanjutin tidur ah" kataku pada diriku sendiri. Mulai diriku pejamkan mata,
nikmati bantal yang empuk ini. Lalu diriku menghitung agar nyenyak tertidur...,
satu
dua
tiga
empat
lima
enam
tu..juh
dela...pan
sembi....
................ ......
"AM SINGLE AN VERY HAPPY" tiba-tiba terdengar suara nyaring ala Oppie Andresta dijendela kamarku. Sontak diriku terbangun.
"Oh my God" ternya si peri talisman karat.
"Hello sista how are you"
peri talisman karat bertanya padaku tanpa dosa. Mulai memasuki kamarku lalu terduduk manis diudara tanpa menapak. Maklum namanya juga peri.
"Gak usah nanya udah tau kali kitakan satu jiwa" jawabku sejudes mungkin. Harusnya dia sadar aku ini mau tidur. Menyebalkan (gerutu, ngedumel, jadi satu).
"Oh iya ya, what wrong whit you sista" lagi-lagi bertanya, pake gaya ala oprah lagi.
"Biasa pake logat betawi aja sok ngomong bule you peri" jawabku sedikit jengkel. Aku tau dirinya cuma iseng, usil, lebay, pengen tau urusan orang, sok ngatur, semua jadi satu deh kaya gado-gado.
"Gak boleh gitu dong sist, aku datangkan buat menghibur" katanya sambil mengeluarkan kaca mata hitam dari kantung putih miliknya.
"Wew, sejak kapan ada peri pake kaca mata" tanyaku heran. Ni peri banyak gaya amat ya, bikin kepala tambah pusing.
"Baru beli tadi pagi sis, dibulan store ada diskon 95% jadi langsung beli deh, mumpung baru dapet gaji dari nenek amarahriah" jawabnya sambil berkaca. Mencoba kaca mata barunya.
"Siapa tuh nenek amarahriah..?" tanyaku heran.
"Dia bidadari yang ngatur keuangan didunia peri nama aslinya ahriah, cuma ku tambahin amar jadi amarahriah artinya orang yang selalu marah-marah gak kenal ceria hahahaha" jawabnya dengan tertawa. Sambil sesekali mengibas rambutnya.
Siperi talisman karat salah minum obat kali ya jadi aneh gini,
gak biasanya dia o'on gini pembawaannya sehari-hari terkadang berwibawa,
dia sahabatku yang hidup dalam jiwa manisku.
"uy" panggilan siperi membuyarkan lamunanku. Wajahnya mendekati wajahku, terlihat jelas guratan indah diwajahnya. Tanpa jerawat ataupun bekas jerawat. Wajahnya putih mulus seperti rembulan saat simpai sempurna. Matanya yang biru indah.
"Gak usah pusing karna urusan cinta lha, hari gini hidup bawa seneng aja" katanya sambil menaikan alis kanannya.
"Iya iya hufh" aku benar-benar pusing. Mataku mulai berkaca-kaca agaknya aku akan menangis. Peri menatapku sendu, mungkin dirinya sudah mulai kembali kewatak aslinya.
Tiba-tiba jemari telunjuknya mengusap air mataku lalu dirinya tersenyum.
Lalu berkata, "mau bermain tangkap peri-peri kecil...?" tanyanya,
"menyenangkan gak" tanyaku sambil tersenyum.
"Menyenangkan sekali" jawabnya sambil berdiri berjalan mundur dari tempat tidurku. Melepas kacamatanya lalu mengabit jemarinya keatas dinding kamarku.
"Siap ya" katanya sambil menggerakan jemarinya.
aku ingin menyaksikan keajaiban peri...,
"demi ancala selatan diriku sabit langkias sunyi...
mantranya mulai dibaca, bisa diriku rasakan angin bersemilir dikamarku. Mengibas rambutku menari diwajahku...,
angin yang menghangatkan. Inikah perasaan sayangmu peri...?
kataku dalam hati sambil tersenyum.
"TETOT..TOTET..TETOT..TOTE
"Apaan tuh..?" tanyaku heran.
"Oh my God" katanya sambil terkaget. Dia keluarkan sesuatu dari kantung putihnya sebentuk dengan jam sebesar bola basket.
"Ada apaan..?" tanyaku masih heran.
"Waktunya kembali bekerja" jawabnya sambil memakai kembali kaca mata hitamnya.
"Gubrak katanya kesini mau menghibur" tanyaku dengan nada sedikit tinggi.
"menghibur tuh cuma basa basi, orang aku kesini niatnya mau mamerin kaca mata baru" jawabnya enteng, sambil melayang terbang keluar jendela kamarku.
"Tha tha elmira, makanya singel aja kaya aku jadi happy terus haha".
wah gazebo ni peri gerutuku dalam hati.
Dengan cepat ku ambil boneka teddy yang berada tepat disampingku,
kulangkahi arah kakiku kejendela kamarku.
Lalu kulempar boneka teddy kearah peri talisman karat yg sedang melayang-layang terbang rendah dipekarangan rumah...,
dan
"BUUGH...GUBRAK" tepat mengenai sasaran lalu siperi terjatuh.
"Hahaha.. sukurin" teriaku kepadanya didepan jendela kamarku. Cepat-cepat ku tutup jendela kamarku, lalu tiraipun kututup.
Hufh menggagu saja menyebalkan gerutuku,
kembali diriku ketempat tidur.
Nikmati bantal empuk yang akan membawaku kenegeri kapuk.
Mulai menghitung kembali...,
satu
dua
tiga
empat
lima
enam
tu...j.u.h
del..apan
semb..ilan...
sepu....
"OOPS.. I DID IT AGAIN" tiba-tiba terdengar lagi suara siperi ala britney, keluar dari lemari bajuku.
"mau apa lagiiiiiiiiiiiiii" teriakku. Aku lupa diakan peri bisa datang dari mana aja.
"aku lupa inikan hari minggu libur, ayu main hahaha" katanya sambil tertawa.
GUBRAK, "aku mau tidur" hikz....
@elmira




Tidak ada komentar:
Posting Komentar