lihatlah...,
tuturnya meratur
adil membagi
pada kuncup hingga mawar bermekar
hilangkan serpih-serpih rindu pada kelopak
mengikis-kikis, satu-satu sampai sirna
hingga mawar melambai lambat-lembut saling sapa
mawarpun tak rambang lagi, embun datangkan lantera
lalu mawar mulai meraksi, bersenandung rapsodi.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar