Sajak untuk Maria Sylvine Greidhadt (Koryo)

maria...,

diri ini merindu

saat jemari mendentingkan nada-nada pada piano
mengingatmu saat bersama
mainkan satu bait satu bait tiap detik

maria...,

dandelion milikmu telah bermekaran
 
menjadi penengah ditengah taman antara mawar-mawar merah

maria...,

sekarang dirimu berada diantara peri-peri yang mendukut
memakai gaun putih bersayap merpati,
detingkan piano nada-nada kita
memandang sendu pada bumi
senyum rindu untuk semua

gomenassai...,
kata-katamu sebelum menutup mata

maria...,

dirimu sekarang salah satu hunian langit
indakah langit biru itu...?

sajak untuk maria;

tinggalah dalam damai beristirahatlah dengan tenang
sampai saatnya nanti diriku merunuti cahayamu
bertemu diantara dua pintu lalu mulai merajut kisah kembali
bermain lagi


selamat tinggal...,



maria.




@elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR