Dan Malam

sisa rinai hujan hiasi garisgaris kaca pada tiap jengkal, pun rembulan sudah tertidur dalam dekap malam

aku masih sendiri disini
dalam sunyi bercumbu dengan waktu

lilinlilin kecil setengah meredup
pawana lelah bertiup dindingdinding bisu bosan menemani

tapi diriku tetap menunggu masih bersama malam yang membelai wajah jiwa

selaksa menggapai surga saat hadirmu dalam ruang 
Kecup rindu untukmu agar mengerti arti sepi milikku 

lelah adanya diriku, itu katamu

sejenak kau hadir tanpa senyum
lalu melangkah kembali

dan air mata... 
temani aku malam ini






@elmira

Kairo,
11 Februari 2010

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR