Takdir Jumantara



Cukup gegap gempita pada jumantara, biarlah sekali bumi tanpa sua, tanpa rasa, rantus laga. Matahari, pakailah cadar ini sejenak milik batari kidung utara agar sangkak pijarmu setengah. Pasir berbisik gemersiknya menghening, musafir kelana hilang rimpuh tak tuai dahaga pada rangkung.

Serpihserpihan gedabah ruas matahari yang terkikis menghias wajah bumi, lahirkan senja dan teja pada tawang yang menghias lazwardi hingga rancak memikat, mengundang perlip selaksa kidakida pada waruga.

Ini jumantara ada rapuh ditiap sisi yang tertutup tak terlihat, yang tersembunyi tak tersentuh.

Saat malam nikahi rembulan, tangis lirih mendengung diluar kirai. Saat malam memacik rusuk senja hingga hampir rarai remuk menghimpun. Dan saat malam berkuasa menjadi dawana penyangga pilar tawang.

Jumantara ciptakan guratan karya waruga, menghadap muka hingga gapai cakrawala. Dan kelingking gemintang yang berdenting adalah saksi bisu takdir jumantara.
@elmira
Kairo, 12 Februari 2010 [18:30]
Jumantara

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR