o, hari

hari-hari rimpuh menikam asa
peluh hampa
entah apa yang di tanam

hidup yang merisak asa
derai detak-detak
di letak garis nadi

pada tiap ruang-ruang
yang pun
hardik dinding
: membisu

sekata sepata kata
tapi, diam
hari-hari gagu ambigu

pun angin yang terkunci
ah
aku ma?ti!



selaksa lima warna malam sedang meramu
tetap saja
pekat melekat
menempel pada dinding-dinding langit
tanpa sekat

ini
: aku
nanar dihimpun lingkaran hari-hari
menerus memutar angin

@ Elmira

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR