peluh hampa
entah apa yang di tanam
hidup yang merisak asa
derai detak-detak
di letak garis nadi
pada tiap ruang-ruang
yang pun
hardik dinding
: membisu
sekata sepata kata
tapi, diam
hari-hari gagu ambigu
pun angin yang terkunci
ah
aku ma?ti!
selaksa lima warna malam sedang meramu
tetap saja
pekat melekat
menempel pada dinding-dinding langit
tanpa sekat
ini
: aku
nanar dihimpun lingkaran hari-hari
menerus memutar angin
@ Elmira




Tidak ada komentar:
Posting Komentar