Senandung Ranting



Ini reranting, beringung cumbu tarian pawana pada denting. Senandung trista yang rangum miliknya hingga terjatuh pada ngarai. Hamparan ranum impian yang terikat abadi dibayang lalu, selaksa pasara yang tak tertutup.


Pasung ini reranting, pada peringgitan sunyi, hingga rangup dendang labirin dan menggetih, menetes lingar basahi wajah bumi. Tanpa naungan peraduan nyatuh. Tatapan hampa pungkir sabda yang terletak digaris nadi.


Saat tak tersadar, berharap semu mengibas sayap melayang, mengawan, menawan, sudi bercengkrama bersama batari pemilik singgasana.


Ini masih senandung reranting tak ada manggala pada diri hanya menimang hati. Rembi menghujam pipi mengusik jiwa yang tersayat nyilu. Reranting ingini lil rantus nyawa, rarai remuk berakhir sudah tak terbendung.


: Sekata milik reranting, bukan titik yang dianganangan, bukan juga penghabisan bayang 
@elmira


Kairo, 16 Februari 2010 [18.00]

: Sekata milik reranting, bukan titik yang dianganangan, bukan juga penghabisan bayang

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR