Terpaku diriku sedih meratup saat elang meratap takdir bersungkur letih.
Elang bersayap hebat menjelma patah hina sedalam ngarai
merangkak di tanah bumi mengkais kais seugah mimpi
saat tak mampu lagi memangku gakari.
Maafkan diriku yang hanya menatap diam.
@elmira
Kairo,
01 Februari 2010 [07:54]




Tidak ada komentar:
Posting Komentar