Daun Kering

: Daun kering
retakan permukaan hening, memudar warna yang hijau kuning. Dekati penghabisan hari ikuti denting, merambat gugusan gugur sedikit sepah takdir. Mulai melayang mengawan laun. Ditengah jumantara lazwardi hembusan hamparan peri dan teman kapak cabak.

Daun kering itu layahlayah pada pawana menari tarian lentesasi tanpa kidung batari selatan. Menjadi penghias tawang, saksi bisu nagara. Bercengkrama bersama reranting patah. Bercumbu dengan dewadaru dan dedaun hijau yang beringung mesra.

Hingga langit menangis
Gerimis rintikrintik
Merimis melirihlirih
Membasahi rintisrintis
Tanpa mengenal masa merisa arah
Hujanpun merenyai.

Dan daun keringpun menggigil risik mengusap wajah bumi.





@elmira


Kairo,
15 Februari 2010 [19:49]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR