- Untuk sahabat, lelaki kunangkunang ( Rendra Nesya Raya)
: Kunang-kunang
Kikisan sabitah yang sayupsayup turun ke bumi, rancak bermanikmanik hiasi malam.
Warnai padang ilalang saat rerumput beringgung mesra wirama, sausau pawana mengetuk jiwa sadarkan setengah mimpi, lalu gerimis tersenyum rerintik bening.
Saat langit tertidur, sendu merekah membentang pijar, yang bermuara ditengah cermin alam dan seribu kunangkunang menjadi pelangi gemercik malam hingga purnama dekih mendekam.
Pijarpijar selaksa rancak la'la ditengah cakrawala, diantara anaianai yang mengawan menawan sukma dan nyatuh yang menjulang jumantara peraduan kasih, mencumbu saat mengecup juita.
Adakah peri ikut bermain ?
;Malaikat merebah sejenak
Disana, dipadang ilalang
Seribu kunangkunang menghias wajah purnama saat langit mulai terpejam dan najam pulang kepangkuan ibunda.
: Kunang-kunang
Kikisan sabitah yang sayupsayup turun ke bumi, rancak bermanikmanik hiasi malam.
Warnai padang ilalang saat rerumput beringgung mesra wirama, sausau pawana mengetuk jiwa sadarkan setengah mimpi, lalu gerimis tersenyum rerintik bening.
Saat langit tertidur, sendu merekah membentang pijar, yang bermuara ditengah cermin alam dan seribu kunangkunang menjadi pelangi gemercik malam hingga purnama dekih mendekam.
Pijarpijar selaksa rancak la'la ditengah cakrawala, diantara anaianai yang mengawan menawan sukma dan nyatuh yang menjulang jumantara peraduan kasih, mencumbu saat mengecup juita.
Adakah peri ikut bermain ?
;Malaikat merebah sejenak
Disana, dipadang ilalang
Seribu kunangkunang menghias wajah purnama saat langit mulai terpejam dan najam pulang kepangkuan ibunda.
@elmira
Kairo, 20 Januari 2010 [18:42]
Kairo, 20 Januari 2010 [18:42]





Tidak ada komentar:
Posting Komentar