Kunang Kunang



- Untuk sahabat, lelaki kunangkunang ( Rendra Nesya Raya)


: Kunang-kunang
Kikisan sabitah yang sayupsayup turun ke bumi, rancak bermanikmanik hiasi malam.


Warnai padang ilalang saat rerumput beringgung mesra wirama, sausau pawana mengetuk jiwa sadarkan setengah mimpi, lalu gerimis tersenyum rerintik bening.


Saat langit tertidur, sendu merekah membentang pijar, yang bermuara ditengah cermin alam dan seribu kunangkunang menjadi pelangi gemercik malam hingga purnama dekih mendekam.


Pijarpijar selaksa rancak la'la ditengah cakrawala, diantara anaianai yang mengawan menawan sukma dan nyatuh yang menjulang jumantara peraduan kasih, mencumbu saat mengecup juita.


Adakah peri ikut bermain ?
;Malaikat merebah sejenak


Disana, dipadang ilalang
Seribu kunangkunang menghias wajah purnama saat langit mulai terpejam dan najam pulang kepangkuan ibunda. 
@elmira
Kairo, 20 Januari 2010 [18:42]

Tidak ada komentar:

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR