rindu, kata mereka
: kembang
tapi bagiku, itu luka
: kian bercabang
bagiku, itu kikisan cinta
bermata lentik
bergaun cantik
selaksa periperi berpita
itu periperi risau
bergenggam pisau
mencabik angin
menetak ingin
bukan, mereka penabik sayarah
di jemarinya rerupa manik perlip
mengembara lintas tanpa amarah
senantiasa merekah serupa tulip
ah, itu tulip layuh
ngeram di tepian sunyi
menatap sepi mengayuh
mendengar bisu bernyanyi
tidak, itu tulip milik batari
rahim warnasari bidadari
tak lelah menebar buluh perindu
kepada hati yang dilanda sendu
nyatanya, kian mengelam
kelopak mata melindap
jarum jam mengendap
ke Lena, luka menyelam
o aku terlanjur mengesumba
terlalu lama aku mendamba
namun dayaku ditelan Depa
udara bisu dicumbu hampa
o, tuan jangan berkisah lara
simpan saja dalam pasara
atau biarkan melanglang
; merepih ilalang
mari, genggam ini jemari
jangan menepi sendiri
kita hapus luka trista
biar pijar sepijar magenta
@Elmira & Dave




Tidak ada komentar:
Posting Komentar