langit signorina

terlihat signorina
memandang luar kerai
rembinya getir nanar

digaris-garis mati
ada sisa riak gelombang hati

telaga retak
satu meratak
hakiki mutlak

terpasung
dipilar dewa
tengah ujung

berakar rupa
peluh pengikat dupa

ditengah mandala pelupuk kelopak
membagi tatap
teja saruloka
najam-najam jumantara

: itu signorina
rapun
menimang sendu


Kairo,
14 Maret 2010 [16:30]

2 komentar:

Anonim mengatakan...

bagus bgt,ranting... indah indah indah^^
langit hmm

Rosita Dani mengatakan...

pintar bikin kata-kata indah...^^

 
 
 

gadis kupu-kupu

gadis kupu-kupu
Hei, kau gadis kupu-kupu.. pa bila ku buka sangkarmu, adakah dirimu akan menjadi binal?, JAWAB..!!, takkah dirimu lihat air mataku menghujam pedih menunggu!. Tetaplah dirimu disana jangan engkau melangkah sejengkalpun melihat dunia luar, tetaplah dalam sangkar, rajut senyummu hingga sempurna, tetaplah. Hingga sampai saatnya nanti matahari lelah pijar.

Bunga Kapas

Bunga Kapas
ah, bunga kapas.. pergilah terbang melayang mengawan yang menawan, lalu pulanglah kembali ceritakan padaku tentang lima warna musim.

pudar Harapan lamun

pudar Harapan lamun
Biarkan aku terjatuh, jangan takut! jangan pernah takut. Biar mereka yang di bawah sana tau!, bahwa aku memiliki apa yang mereka tak miliki. Biarkan mereka semua tau!, yang diatas maupun yang di bawah, bahwa aku masih memiliki Bentang, untuk nikmati hariku di letak tertinggi.
 
Copyright © Ranting Sepi
Using Protonema Theme | Bloggerized by AVR